1/05/2016

Nilai Rata-Rata Tertinggi Terbaik UKG 2015 Diraih oleh Guru Jogja, Rangking 2 Jawa Tengah, 3 DKI Jakarta, 4 Jawa Timur, 5 Bali, 6 Bangka Belitung, dan Rangking 7 Jawa Barat

Nilai Rata-Rata Tertinggi Terbaik UKG 2015 Diraih oleh Guru Jogja, Rangking 2 Jawa Tengah, 3 DKI Jakarta, 4 Jawa Timur, 5 Bali, 6 Bangka Belitung, dan Rangking 7 Jawa Barat.
Sebanyak tujuh provinsi mendapat nilai terbaik dalam penyelenggaraan uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015. Nilai yang diraih tersebut merupakan nilai yang mencapai standar kompetensi minimum (SKM) yang ditargetkan secara nasional, yaitu rata-rata 55. Tujuh provinsi tersebut sebagai berikut: 
 
1. DI Yogyakarta  dengan nilai rata-rata UKG : 62,58
2. Jawa Tengah nilai rata-rata UKG : 59,10
3. DKI Jakarta : 58,44
4. Jawa Timur: 56,73, 
5. Bali: 56,13
6. Bangka Belitung : 55,13
7. Jawa Barat : 55,06

Uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015 menguji kompetensi guru untuk dua bidang yaitu pedagogik dan profesional. Rata-rata nasional hasil UKG 2015 untuk kedua bidang kompetensi itu adalah 53,02
 
Selain tujuh provinsi di atas yang mendapatkan nilai sesuai standar kompetensi minimum (SKM), ada tiga provinsi yang mendapatkan nilai di atas rata-rata nasional, yaitu Kepulauan Riau (54,72), Sumatera Barat (54,68), dan Kalimantan Selatan (53,15).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, jika dirinci lagi untuk hasil UKG untuk kompetensi bidang pedagogik saja, rata-rata nasionalnya hanya 48,94, yakni berada di bawah standar kompetensi minimal (SKM), yaitu 55. Bahkan untuk bidang pedagogik ini, hanya ada satu provinsi yang nilainya di atas rata-rata nasional sekaligus mencapai SKM, yaitu DI Yogyakarta (56,91).

“Artinya apa? Pedagogik berarti cara mengajarnya yang kurang baik, cara mengajarnya harus diperhatikan,” ujar Pranata usai konferensi pers akhir tahun 2015 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, (30/12/2015).

Pranata mengatakan, setelah nilai UKG dilihat secara nasional, nanti akan dilihat lagi secara rinci hasil UKG per kabupaten/kota, dan hasil UKG per individu (guru). “Ada pertanyaan, ini data hasilnya mau diapakan? Dengan data ini kita dapat potret untuk kita memperbaiki diri,” katanya.

Beliau mencontohkan, ada guru yang mendapat nilai rata-rata 85. Namun meskipun nilai tersebut baik, setelah dianalisis hasilnya, guru tersebut memiliki kekurangan di beberapa kelompok kompetensi. “Dia ada kekurangan di tiga kelompok, yaitu kelompok kompetensi 1, kelompok kompetensi 4, dan kelompok kompetensi 6. Maka dia harus memperbaikinya,” tutur Pranata. Salah satu instrumen untuk meningkatkan kompetensi guru itu adalah dengan pelatihan dan pendidikan yang lebih terarah sesuai dengan hasil UKG. ( sumber:  http://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/01/7-provinsi-raih-nilai-terbaik-uji-kompetensi-guru-2015 )

Artikel Pilihan

3 komentar

yes Blog Anda Cukuo membantu orang yang lagi bingung denngan administrasi sekolah

Makasih pak/bu atas motivasinya

Kepada Yth. Pengunjung blog ini, silakan Anda berkomentar baik berupa pertanyaan, memberi solusi atas pertanyaan teman-teman, ataupun menambah informasi sesuai topik yang sedang dibahas di halaman ini.

Terimakasih atas kunjungan Anda. Semoga artikel di blog ini dapat bermanfaat bagi Anda. Jika Anda berkenan, tolong do'akan kami agar senantiasa diberi kesehatan dan rejeki barokah.

Boleh Copas Asal Sopan

Website Pendidikan

Informasi Terbaru Dunia Pendidikan

 
About - Contact Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top