Cara Terbaik Mengajarkan Anak menjadi Dermawan

Cara Terbaik Mengajarkan Anak menjadi Dermawan_Dermawan merupakan salah satu sikap yang terpuji. Anak-anak yang terbiasa diajari untuk menjadi dermawan, di saat dewasanya akan menjadi orang yang suka membantu orang lain. Semua orang tua pasti menginginkan anaknya untuk bisa memiliki sifat yang dermawan. Namun, bagaimana? Berikut cara terbaik mengajarkan anak menjadi dermawan.
Mengajarkan Anak menjadi Dermawan

1. Orang tua memulai dulu
Di dalam buku the straight talk of parenting, mengajarkan akan bersikap dermawan bisa dilakukan dengan cara memberikan pengalaman kepada anak untuk memegang dan mengambil keputusan atas uang yang dimilikinya.

Sikap dermawan merupakan hasil dari pengalaman dan praktek yang dilakukan oleh anak-anak setelah si kecil mampu menghargai dan mengelola uangnya dengan baik.

Setelah anak menghargai jumlah uang yang dimilikinya, maka si anak perlu mendapatkan pengalaman berupa melihat sendiri orangtuanya melakukan donasi atau memberikan sesuatu kepada orang lain.

Anda tidak perlu menjadi seorang relawan organisasi untuk mengajarkan anak-anak menjadi dermawan, Anda bisa memulainya dengan memberikan bantuan kepada tetangga, bisa berupa oleh-oleh atau jenis bantuan yang lain.

2. Ajak anak ke bazar amal
Pelajaran kedua yang bisa dilakukan dalam rangka mengajarkan anak untuk menjadi dermawan adalah dengan mengajaknya ke bazar amal.

Mulailah dengan mengumpulkan pakaian bekas untuk kemudian dititipkan kepada panitia amal di sekitar rumah. Hal ini sudah cukup untuk memberikan pelajaran kepada anak tentang memberikan donasi. Berikan pemahaman kepada anak tentang tujuan dari penggalangan amal yang dilakukan, dan mengapa kita perlu melakukannya.

3. Memahami kebutuhan orang lain
Langkah ketiga yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan sikap dermawan adalah dengan memberikan pengertian kepada anak untuk bisa memahami kebutuhan orang lain.

Anak-anak seringkali meminta sesuatu kepada orang tuanya, pada saat kita pergi keluar biasanya si kecil akan meminta es krim atau mainan tertentu, maka katakan kepadanya untuk ikut memikirkan kakaknya atau adeknya yang juga menyukai es krim, sehingga si kecil tidak hanya akan membeli es krim untuk dirinya sendiri, tetap juga untuk orang lain.

4. Tanamkan disiplin keuangan sejak dini
Sikap cerdas dalam mengelola keuangan dan bersikap dermawan perlu ditata dari sikap kedisiplinan anak mengenai keuangan.

Sedari kecil, mulai anak-anak berusia taman kanak-kanak, sebaiknya orang tua sudah mengajarkan tentang pendapatan. Ajaklah anak untuk menabung dan merencanakan uang yang dia miliki untuk membeli kebutuhan yang hanya dibutuhkan saja.

Ketika si kecil menginginkan sesuatu, jangan langsung katakan “tidak” atau menolaknya, sebaiknya Anda bisa mengatakan kepadanya “apakah uangnya sudah cukup?” Atau bantulah anak untuk mengelola keuangannya terlebih dahulu. Misalnya dengan menyisihkan sebagian uang sakunya sekian rupiah setiap harinya, baru kemudian jika si kecil menginginkan sesuatu, maka si kecil bisa memanfaatkan uang yang sudah ditabung sebelumnya.

5. Beri kesempatan anak berbagi
Berikan dorongan dan semangat kepada anak untuk mau berbagi. Misalnya dalam sebuah acara yang mengundang kolega dan anak-anak mereka, maka berikan tugas kepada si kecil untuk membantu membagikan makanan atau kue kepada anak-anak yang lain.

Anda juga bisa meminta tolong kepada anak yang lebih tua agar mau memberikan contoh dengan mau berbagi dengan anak-anak yang lain. Anak yang lebih muda, biasanya akan mencontoh perilaku kakaknya, kelak di kemudian hari, mereka juga akan melakukan hal yang sama.

Itulah 5 cara terbaik bagaimana mengajarkan tentang kedermawanan kepada anak sejak dini. Dengan memberikan contoh terlebih dahulu, mengajarkannya tentang disiplin keuangan sejak dini dan mengajaknya ke bazar amal bisa memacu anak untuk lebih peduli kepada orang lain dan meningkatkan kesadarannya untuk mau berbagi.

Artikel Pilihan:
Pembaca yang budiman, jika Anda merasa bahwa artikel di Website Pendidikan ini bermanfaat, silakan berbagi di media sosial lewat tombol share di bawah ini:

Website Pendidikan

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi

 
Home- Daftar Isi - Sitemap 1- Sitemap 2- Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top