8 Cara Jitu Meredam Kemarahan Anak

Cara mudah meredam kemarahan anak_Anak adalah sumber kebahagiaan setiap keluarga, namun adakalanya di saat mengasuh, si anak marah entah karena keinginannya tidak terpenuhi atau sebagai wujud ketidaksukaan.
Cara Mengatasi Anak Marah

Apabila si kecil marah, maka ada beberapa tips bagi orangtua agar marahnya si kecil menjadi reda. Berikut cara jitu meredam anak yang sedang marah.

Cara Mudah Meredam Amarah/Emosi Anak
1. Mempelajari hal yang menyebabkan anak marah
Ketahuilah dengan pasti apa saja yang membuat si kecil marah, bisa karena bosan, lapar, suasana lingkungan yang membuatnya tidak nyaman, menginginkan sesuatu yang tidak bisa dipenuhi atau sebab-sebab lainnya. Dengan mengetahui penyebab anak marah, maka Anda akan lebih mudah mencegahnya.

2. Memberikan contoh sikap tenang padanya
Anak selalu belajar dari sesuatu yang dilihat dan didengarnya. Oleh karena itu penting untuk selalu memberikan contoh yang baik kapan pun saat bersama dengan anak.

Anak yang dibesarkan di lingkungan yang suka marah-marah, maka dia akan berpikir jika hal tersebut adalah normal, maka besar kemungkinan kebiasaan tersebut menular kepada anak dan menjadi kebiasaannya.

Sebaiknya hindari terlalu sering memarahi anak, terlebih jika si kecil hanya melakukan kesalahan biasa. Ajarkan untuk selalu bersikap tenang dan tidak mudah marah.

3. Ketahui siapa yang sedang marah
Jika orang tua mudah emosi, maka mudah bagi anak untuk memancing kemarahan dan berakhir dengan adu emosi dan saling teriak.

Apabila si kecil sedang marah, sebaiknya Anda tetap berkepala dingin serta sabar dalam menghadapi anak. Jangan menasihati anak dengan nada yang keras, karena tidak akan bermanfaat, hanya akan menyakiti hati si kecil.

Tunggulah hingga marahnya reda, baru Anda bisa memberikan nasihat, karena saat hati dan pikirannya tenang, anak akan lebih mudah menerima.

4. Usahakan untuk tetap tenang meskipun berada di tempat umum
Jika anak sedang marah di depan umum, maka jangan ikut menunjukkan kemarahan Anda di depan banyak orang.

Karena hal ini akan semakin membuat anak menunjukkan rasa marahnya. Bawalah si kecil ke tempat yang lebih sepi, dan tunggulah hingga dirinya tenang, baru kemudian berikan nasihat yang baik kepadanya.

5. Memeluk dan merangkulnya erat
Anak-anak yang sedang marah biasanya kehilangan kontrol, cara paling mudah meredakannya adalah dengan memeluknya.

Berikanlah pelukan yang tidak terlalu kuat, tetapi tetap mampu memberikan rasa nyaman kepada anak. Hal ini akan membuat Anda cenderung tenang dan marahnya akan mereda.

6. Tertawa obat terbaik untuk marah 
Tertawa dengan memberikan humor yang segar akan menjadi sarana yang baik untuk menjalin ikatan batin Anda dan si kecil.

Situasi tertawa lepas akan memberikan Anda kemudahan dalam mengatasi kemarahan anak.

Lontarkan humor-humor yang positif, yang bertujuan untuk membangun karakter anak. Jangan menggunakan humor-humor negatif yang cenderung mencela orang lain yang bisa mempengaruhi anak secara negatif.

Contoh humor positif adalah misalnya waktu Anda membacakan cerita, maka berikanlah intonasi-intonasi yang unik pada karakter-karakter tokoh di buku cerita tersebut agar si anak menjadi tertawa.

7. Mainan di waktu marah
Mainan bisa menjadi alternatif untuk bisa meredakan kemarahan anak. Berikanlah mainan yang melibatkan aktivitas fisik seperti bermain drum, bersepeda, hiking dan lain-lain.

8. Jangan terprovokasi
Jangan mudah terprovokasi apabila si kecil marah. Anda harus tetap tenang saat menghadapi kemarahan anak. Emosi hanya akan membuat Anda kian lelah dan kemarahan si anak tidak kunjung reda.

Itulah 8 cara jitu meredakan anak yang sedang marah. Selalu bersikap tenang dan tidak terpancing dengan kemarahan si anak akan membantu Anda mengatasi saat anak sedang marah. Sekian artikel ini, semoga bermanfaat.

Pembaca yang budiman, jika Anda merasa bahwa artikel di Website Pendidikan ini bermanfaat, silakan berbagi di media sosial lewat tombol share di bawah ini:

Website Pendidikan

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi

 
Home- Daftar Isi - Sitemap 1- Sitemap 2- Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top