Anak Sulit Fokus Belajar? Ini Penyebab Menurut Psikolog dan Cara Mengatasinya

Daftar Isi
 Apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi anak yang sulit fokus dalam belajar?_Anak susah fokus belajar merupakan salah satu masalah yang paling sering dikeluhkan oleh orang tua dan guru. Anak tampak mudah terdistraksi, sulit duduk tenang, cepat bosan, atau tidak mampu menyelesaikan tugas dengan baik. Tidak jarang kondisi ini memicu konflik di rumah maupun di sekolah karena anak dianggap malas, kurang disiplin, atau tidak serius belajar.
Anak Sulit Fokus Belajar? Ini Penyebab Menurut Psikolog dan Cara Mengatasinya

Padahal, menurut para psikolog perkembangan dan psikolog pendidikan, kesulitan fokus belajar pada anak bukan sekadar persoalan kemauan, melainkan berkaitan erat dengan perkembangan otak, kondisi emosi, lingkungan belajar, serta pola pengasuhan. Jika tidak dipahami secara tepat, anak berisiko mengalami penurunan prestasi, rendah diri, hingga stres berkepanjangan.

Artikel ini membahas secara komprehensif penyebab anak susah fokus belajar menurut psikolog, dilengkapi dengan teori yang relevan serta solusi praktis yang dapat diterapkan oleh orang tua dan guru.

Apa Itu Fokus Belajar Menurut Psikologi?

Dalam psikologi, fokus atau konsentrasi belajar adalah kemampuan individu untuk memusatkan perhatian pada satu aktivitas secara berkelanjutan, sambil mengabaikan rangsangan lain yang tidak relevan. Fokus belajar melibatkan beberapa fungsi kognitif penting, seperti:

  • Perhatian (attention)

  • Memori kerja (working memory)

  • Pengendalian diri (self-regulation)

  • Motivasi

Kemampuan ini tidak muncul secara instan, tetapi berkembang seiring pertumbuhan dan kematangan otak anak. Oleh karena itu, wajar jika anak memiliki kemampuan fokus yang berbeda-beda sesuai usia dan tahap perkembangannya.

Ciri-Ciri Anak Susah Fokus Belajar

Beberapa tanda yang sering ditemukan pada anak yang mengalami kesulitan fokus belajar antara lain:

  1. Mudah terdistraksi oleh suara atau aktivitas di sekitarnya

  2. Sulit duduk diam saat belajar

  3. Sering melamun atau tidak mendengarkan instruksi

  4. Cepat bosan dan mudah menyerah

  5. Tugas sering tidak selesai

  6. Sulit mengingat materi yang baru dipelajari

  7. Prestasi belajar tidak mencerminkan potensi sebenarnya

Jika kondisi ini terjadi secara konsisten dan berkepanjangan, orang tua perlu memahami penyebabnya secara lebih mendalam.

Penyebab Anak Susah Fokus Belajar Menurut Psikolog

1. Tahap Perkembangan Kognitif Anak

(Jean Piaget – Psikolog Perkembangan)

Jean Piaget menjelaskan bahwa perkembangan kemampuan berpikir anak berlangsung melalui beberapa tahap, mulai dari tahap praoperasional hingga operasional formal. Anak usia SD awal masih berada pada tahap operasional konkret, di mana mereka:

  • Sulit berpikir abstrak

  • Memiliki rentang perhatian yang relatif pendek

  • Lebih mudah fokus jika belajar menggunakan benda nyata dan aktivitas langsung

Implikasinya:
Anak susah fokus belajar sering kali bukan karena malas, melainkan karena tuntutan belajar tidak sesuai dengan tahap perkembangan kognitifnya.

2. Kurangnya Pendampingan dalam Zona Perkembangan

(Lev Vygotsky – Psikolog Pendidikan)

Lev Vygotsky memperkenalkan konsep Zone of Proximal Development (ZPD), yaitu jarak antara kemampuan anak saat belajar sendiri dan kemampuannya saat mendapat bantuan dari orang dewasa.

Menurut Vygotsky, anak akan lebih mudah fokus jika:

  • Materi belajar sesuai dengan kemampuannya

  • Ada pendampingan atau arahan

  • Tidak dibiarkan belajar sendirian terlalu lama

Implikasinya:
Anak yang tampak tidak fokus bisa jadi belum mendapatkan scaffolding (bantuan belajar) yang memadai.

3. Kelelahan dan Kurang Tidur

(Psikologi Kognitif & Neurologi Anak)

Psikolog kognitif menegaskan bahwa kurang tidur berdampak langsung pada fungsi perhatian dan memori. Anak usia sekolah membutuhkan 9–11 jam tidur per malam.

Kurang tidur menyebabkan:

  • Otak sulit memusatkan perhatian

  • Emosi tidak stabil

  • Anak menjadi mudah lelah dan rewel

Kondisi ini sering diperparah oleh kebiasaan tidur larut akibat gadget.

4. Pengaruh Emosi terhadap Konsentrasi

(Daniel Goleman – Psikolog Emosi)

Daniel Goleman menjelaskan bahwa emosi dan kognisi saling berkaitan erat. Anak yang mengalami stres, kecemasan, atau tekanan emosional akan mengalami gangguan pada prefrontal cortex, bagian otak yang berfungsi mengatur fokus dan pengendalian diri.

Tekanan yang sering dialami anak meliputi:

  • Takut dimarahi

  • Beban tugas berlebihan

  • Ekspektasi akademik yang terlalu tinggi

Implikasinya:
Anak susah fokus belajar sering kali membutuhkan dukungan emosional, bukan tambahan tekanan.

5. Paparan Gadget Berlebihan

(American Psychological Association – APA)

Menurut American Psychological Association, penggunaan gadget berlebihan dapat memperpendek rentang perhatian anak. Konten digital yang cepat dan penuh stimulasi membuat otak terbiasa dengan kepuasan instan, sehingga anak kesulitan fokus pada aktivitas belajar yang membutuhkan proses.

Dampaknya antara lain:

  • Anak cepat bosan saat belajar

  • Sulit fokus dalam waktu lama

  • Lebih memilih hiburan dibandingkan belajar

6. Masalah Regulasi Diri dan Impulsivitas

(Russell A. Barkley – Ahli ADHD Anak)

Russell Barkley menjelaskan bahwa fokus belajar berkaitan erat dengan kemampuan self-regulation, yaitu kemampuan mengatur perilaku, perhatian, dan emosi.

Namun Barkley menegaskan bahwa:

“Tidak semua anak yang sulit fokus memiliki ADHD.”

Banyak anak hanya mengalami keterlambatan perkembangan fungsi eksekutif otak, sehingga membutuhkan latihan dan pendampingan yang tepat.

7. Motivasi Belajar yang Rendah

(Edward Deci & Richard Ryan – Self Determination Theory)

Deci dan Ryan menjelaskan bahwa anak akan fokus belajar jika tiga kebutuhan psikologis terpenuhi:

  1. Autonomy (merasakan pilihan)

  2. Competence (merasa mampu)

  3. Relatedness (merasa diterima)

Jika belajar hanya didorong oleh hukuman atau tekanan, fokus anak akan menurun.

Dampak Anak Susah Fokus Belajar Jika Tidak Ditangani

Jika dibiarkan, kesulitan fokus belajar dapat berdampak pada:

  • Penurunan prestasi akademik

  • Rasa percaya diri rendah

  • Stres dan kecemasan

  • Hubungan sosial terganggu

  • Label negatif dari lingkungan

Oleh karena itu, intervensi sejak dini sangat penting.

Solusi Anak Susah Fokus Belajar Menurut Psikolog

1. Sesuaikan Ekspektasi dengan Usia Anak

Mengacu pada Piaget, orang tua perlu menyesuaikan tuntutan belajar dengan tahap perkembangan anak.

2. Terapkan Pendampingan Bertahap

Sesuai teori Vygotsky, dampingi anak saat belajar dan kurangi bantuan secara perlahan.

3. Atur Waktu Tidur dan Istirahat

Pastikan anak tidur cukup dan tidak kelelahan saat belajar.

4. Batasi Gadget Secara Konsisten

Tetapkan aturan penggunaan gadget yang jelas dan sesuai usia.

5. Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman Emosional

Dukungan emosional ala Goleman membantu anak lebih siap untuk fokus.

6. Gunakan Metode Belajar Variatif

Gunakan permainan, alat peraga, diskusi, dan aktivitas kinestetik.

7. Bangun Motivasi Intrinsik

Berikan pujian atas usaha, bukan hanya hasil, sesuai teori Deci dan Ryan.

8. Konsultasi dengan Psikolog Jika Diperlukan

Jika kesulitan fokus sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, pendampingan profesional sangat dianjurkan.

Anak susah fokus belajar bukanlah masalah tunggal dan bukan pula kesalahan anak semata. Berdasarkan pandangan para psikolog seperti Jean Piaget, Lev Vygotsky, Daniel Goleman, hingga Russell Barkley, dapat disimpulkan bahwa fokus belajar dipengaruhi oleh perkembangan kognitif, emosi, lingkungan, dan motivasi.

Dengan pemahaman yang tepat, orang tua dan guru dapat membantu anak mengembangkan kemampuan fokus secara bertahap, sehat, dan berkelanjutan. Anak yang didukung dengan cara yang benar tidak hanya akan lebih fokus belajar, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan bahagia.

Posting Komentar