Pelaksanaan Pagi Ceria dan Upacara Bendera pada Hari Pertama Semester Genap (Senin, 5 Januari 2026) Berdasarkan SE Mendikdasmen Nomor 2 Tahun 2026
Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pagi Ceria dan Upacara Bendera pada Hari Pertama Semester Genap. Surat edaran ini menjadi pedoman bagi sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan awal semester yang bermakna, menyenangkan, dan berdampak positif bagi iklim pembelajaran.
Yth.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan
Kepala Satuan Pendidikan
di seluruh Indonesia
Dalam rangka menumbuhkan semangat kebersamaan, kebugaran jasmani, dan semangat belajar peserta didik pada hari pertama masuk Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026, serta untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan karakter positif sejak awal kegiatan pembelajaran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menginstruksikan kepada seluruh satuan pendidikan untuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut.
1. Kegiatan Pagi Ceria dan Upacara Bendera dilaksanakan secara serentak pada:
Hari/Tanggal: Hari pertama efektif masuk sekolah Semester Genap
Waktu: Menyesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan masing-masing
Tempat: Di satuan pendidikan masing-masing
2. Rangkaian kegiatan Pagi Ceria dan Upacara Bendera meliputi:
a. Senam Anak Indonesia Hebat
Musik dan gerakan senam dapat diakses melalui laman: https://www.youtube.com/watch?v=m287L8AwY9c
b. Upacara Bendera
c. Doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
d. Refleksi pembelajaran
e. Menyanyikan lagu “Hari Baru” sebagai pembuka kegiatan belajar, dilanjutkan dengan pesan-pesan motivatif
3. Pesan yang dapat disampaikan oleh Pembina Upacara, antara lain:
a. Awal semester genap merupakan momentum untuk meningkatkan semangat, kedisiplinan, dan motivasi belajar peserta didik.
b. Penguatan nilai karakter, tanggung jawab, dan perilaku positif melalui pembiasaan kegiatan Pagi Ceria dan Upacara Bendera.
c. Ajakan kepada peserta didik untuk menjaga kesehatan, kebugaran jasmani, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan.
Sekolah dapat menyesuaikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Demikian Surat Edaran ini disampaikan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Implementasi Pagi Ceria di Satuan Pendidikan
1. Pagi Ceria sebagai Awal Pembiasaan Positif
Pada hari pertama masuk sekolah, Senin, 5 Januari 2026, sekolah dapat memulai kegiatan dengan Pagi Ceria sebagai sarana membangun suasana yang hangat dan menyenangkan. Kegiatan ini membantu peserta didik beradaptasi kembali dengan lingkungan sekolah setelah libur semester.
2. Senam Anak Indonesia Hebat untuk Kebugaran Jasmani
Senam menjadi kegiatan pembuka yang penting untuk meningkatkan kebugaran, konsentrasi, dan semangat belajar. Dengan gerakan yang ceria dan musik yang menyenangkan, peserta didik diajak aktif secara fisik sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat.
3. Upacara Bendera dan Penguatan Nasionalisme
Upacara Bendera dilaksanakan secara tertib dan khidmat sebagai media penanaman nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air. Momentum ini juga menjadi sarana penguatan karakter dan sikap tanggung jawab peserta didik.
4. Doa Bersama dan Refleksi Awal Semester
Doa bersama menumbuhkan nilai spiritual dan rasa syukur. Selanjutnya, refleksi pembelajaran dapat dilakukan dengan mengajak peserta didik menetapkan harapan, target belajar, dan sikap positif yang ingin dikembangkan selama Semester Genap.
5. Pesan Motivatif untuk Menyongsong Semester Genap
Pesan dari pembina upacara atau pendidik diarahkan untuk membangkitkan optimisme, semangat berprestasi, serta komitmen menjaga perilaku positif. Awal semester menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan kembali nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar sepanjang hayat.
Pelaksanaan Pagi Ceria dan Upacara Bendera pada hari pertama Semester Genap sebagaimana diatur dalam SE Nomor 2 Tahun 2026 diharapkan menjadi awal yang baik bagi seluruh warga sekolah. Dengan pelaksanaan yang kontekstual dan bermakna, kegiatan ini dapat memperkuat karakter peserta didik serta menciptakan iklim pembelajaran yang sehat, aman, dan menyenangkan.