Cara Mendidik Anak Secara Islami Sejak dalam Kandungan
Daftar Isi
Foto oleh https://www.flickr.com/ Doni Ismanto
Proses pembiasaan tentu bukan hal yang mudah dimana dikatakan terlambat apabila anak mulai tidak dapat diatur bahkan di usia sebelum menginjak 3 tahun. Untuk itu pembiasaaan yang baik perlu ditanamkan sejak masa kehamilan dimana faktor yang paling penting adalah perilaku orang tuanya baik semasa muda maupun proses ketika mereka sudah menjadi orang tua.
Anak: generasi penerus Islam
Anak tidak hanya hadiah dari Allah SWT namun juga sebagai amanah yang perlu dibimbing agar mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Setiap manusia diciptakan Allah sebagai khalifah penerus agama Islam di bumi baik itu untuk dir nya sendiri maupun orang lain dimana itu merupakan kewajiban setiap muslim untuk menjayakan agama Islam agar terhindar dari kesesatan.
Anak sebagai generasi penerus Islam harus dididik sedemikian rupa melalui ajaran dan didikan islami sehingga kelak ia dapat menjadi sosok yang berguna bagi agama dan bangsa. Didikan ajaran Islam di sini tidak harus selalu monoton, orang tua muslim sejati tentu tidak akan mendidik anak mereka dengan membubuhi rasa kebencian pada umat atau kaum lain melainkan menerapkan rasa hormat dan kasih sayang.
Orang tua yang memiliki latar belakang islami atau setidaknya mengikuti norma-norma Melayu negara Indonesia yang penuh kesopanan sejak masa muda mereka tentunya akan lebih mudah dalam mendidik anak mereka karena sudah merupakan suatu kebiasaan dimana mereka juga mendapat didikan yang sama dari orang tua mereka dulu. Berikut akan dijelaskan cara mendidik anak secara islami sejak dalam kandungan.
Cara Mendidik Anak Secara Islami Sejak dalam Kandungan
1. Rajin mengaji
Dengan rajin mengaji dan tadarus Al-Qur’an maupun melakukan puji-pujian, sang calon bayi akan terbiasa dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an tersebut dan bahkan beberapa ahli mengatakan bahwa anak yang sejak masa kandungan sering diperdengarkan ayat suci Al-Qur’an maka kemungkinan kelak ia akan menjadi hafiz atau hafizah akan besar karena proses pembiasaan tersebut.
Anak yang mampu menghapal Al-Qur’an tidak hanya berpahala besar bagi dirinya sendiri dan orang tua namun juga jalan hidupnya dan keluarganya akan lebih dimudahkan karena selalu dalam lindungan Allah dimana di dalam rumah mereka akan selalu dijaga dan dilindungi oleh para malaikat dan akan dido’akan untuk keselamatan dan kesejahteraan keluarga tersebut.
Menjadi orang tua bagi seorang anak yang hafal Al-Qur’an atau disebut juga Hafiz/ah juga akan memberikan keistimewaan bagi orang tua tersebut dimana orang tua tersebut akan diberikan mahkota dan kedudukan istimewa kelak di akhirat nanti. Yang berkewajiban membaca Al-Qur’an atau mengaji disini tidak hanya sang ibu namun juga bagi sang ayah sebagai imam dalam keluarga.
2. Menjaga tutur kata dan perilaku
Meskipun sang bayi masih berada dalam kandungan maka bukan berarti ia tidak memahami. Setiap perkataan dan perbuatan orang tua tentu akan berpengaruh atau membentuk perilaku sang anak dikemudian hari karena adanya faktor keturunan. Setiap perkataan bahkan akan menjadi kosa kata baru bagi sang bayi dalam memori otaknya dimana pada usia ia mulai berbicara akan mulai mengikuti.
Dengan menjaga tutur kata dan perilaku yang baik, sang anak kelak akan menjadi seseorang dengan kepribadian yang baik serta dapat patuh pada kedua orang tuanya dan tentunya patuh pada perintah Allah SWT dan ajaran RasulNya. Menjaga tutur kata yang baik bisa dari tidak mengumpat apalagi menyumpah. Karena siapa pun baik sedang hamil maupun tidak mengumpat sangat diharamkan.
Memiliki rasa dendam juga selain berdosa juga akan menggangu kehamilan itu sendiri serta berpengaruh pada sifat anak kelak ketika telak lahir karena akan menjadi orang yang kaku dan pendendam sebagaimana perilaku orang tuanya.
Pertengkaran antar orang tua juga dilarang dalam semua agama terlebih ketika dalam masa kehamilan karena akan sangat berisiko baik secara fisik maupun psikis sang anak kelak dan dapat menimbulkan gangguan mental.
3. Rajin mengajak bicara dan bercerita
Hal ini bukan berarti bahwa sang ibu aneh, namun sudah menjadi rahasia dan saran umum bahwa dengan berkomunikasi dengan calon bayi akan mempercepatnya untuk dapat berbicara karena banyak kasus anak yang terlambat bicara di waktu yang seharusnya. Berkomunikasi dengan hal-hal sepele seperti ungkapan betapa tidak sabar orang tua bayi tersebut untuk menanti si bayi lahir ke dunia.
Orang tua juga perlu memberi cerita pada bayi seperti membacakan buku cerita pada sang calon anak karena menurut penelitian hal tersebut sangat membantu anak kelak di kemudian hari agar menjadi orang yang cerdas dan rajin membaca buku. Buku cerita yang dibacakan bagi kaum islam juga dapat berupa cerita sejarah nabi-nabi atau tentang kehidupan keislaman.
4. Melakukan hal yang postif
Meskipun sedang dalam masa kehamilan bukan berarti bahwa sang ibu harus pasif dan hanya berdiam diri di rumah. Ibu justru direkomendasikan untuk terus aktif agar terhindar dari masa stress atau jenuh serta dapat membangun kecerdasan anak. Hal positif ini seperti mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti biasa namun yang lebih ringan, jalan-jalan kecil setiap pagi, berkebun atau memasak.
Ibu juga dapat tetap melakukan hobi seperti biasanya seperti melukis, menyanyi, bermain alat musik hingga berolahraga karena akan membangun bakat sang anak, setiap ibu juga direkomendasikan untuk berenang karena selain dapat membantu memudahkan proses kelahiran juga dapat membiasakan anak kelak menjadi seorang yang atletik dan berani.
Mendidik anak dalam masa kandungan secara islam bukan lah hal yang sulit karena setiap gerakan pada dasarnya diawali dari kebiasaan orangtua yang akan membentuk karakter, kebiasan, dan kecerdasan sang anak ketika ia dewasa nanti dimana sifat setiap anak adalah turunan dari orang tua dan tanggung jawab atas perilaku anak tersebut juga dari orang tua.
Demikian tentang Cara Mendidik Anak Secara Islami Sejak dalam Kandungan. Semoga bermanfaat.

Posting Komentar